Home / Mata Hukum / Rekonstruksi Aplikasi Pencari Jodoh Berujung Maut

Rekonstruksi Aplikasi Pencari Jodoh Berujung Maut

Matanews.id, Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi kasus mutilasi Rinaldi Harley Wismanu dengan menghadirkan kedua tersangka LAS dan DAF di kamar RedDoorz Aparteman Pasar Baru Mansion, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Jumat (18/9/2020).

Adegan pertama, kedua tersangka merencanakan pembunuhan di Kamar kostnya. Adegan ke 2, LAS dan korban melakukan chatingan di pesan aplikasi. Adegan 3 pelaku memboking kamar Aprteman melalui aplikasi Reddoorz.

“Pada adegan 4 korban dan pelaku bertemu di kopi kenangan stasiun Juanda, Jakarta Pusat,” kata penyidik.

Pada adegan 5, tersangka DAF menunggu di dalam kamar mandi dengan menyiapkan batu bata dan gunting.

Adegan 6 sekitar pukul 19.30 wib tersangka LAS dan korban menuju kamar Apartemen. Selanjutnya, adegan 7 tersangka LAS dan korban melakukan hubungan badan di atas kasur.

“Posisi dia di atas saya. Hadapnya belakangi Kamar Mandi. Dia (DAF) masih di dalam kamar mandi,” kata LAS saat peragakan.

Adegan 8, tersangka DAF keluar kamar mandi tanpa sepengetahuan korban. Ketika itu LAS tengah digagahi oleh korban di atas kasur dengan posisi membelakangi DAF.

Adegan 9, tersangka memukul korban dibagian kepala dan sementara LAS berlari ke dalam kamar mandi untuk bersembunyi.

Pada adegan 10 korban diperas oleh DAF dengan modus telah meniduri istrinya LAS dan meminta sejumlah uang. Korban sempat menolak memberikan uang, akhirnya DAF memukul pelipis sebelah kiri.

“Pada adegan 11 DAF menusuk korban dengan gunting di bagian kepala sebanyak 1 kali,” kata penyidik.

Pada adegan 12, korban sempat berusaha melarikan diri dengan cara memberontak tubuh besar DAF yang menindihnya. Ketika berlari ke arah pintu, DAF kembali melayangkan guntingnya ke arah pinggang sebelah kiri korban.

“Adegan 13, korban ditarik oleh tersangka DAF ke tempat tidur. Tersangka LAS keluar dari kamar mandi ketika posisi korban dibekap dan menanyakan PIN telepon korban,” ucap penyidik.

“Sebentar pak (naik ke atas kasur menahan sakit). Jadi tangannya dia ini saya piting pake kaki saya. Tangan sebelah dia saya pegangin juga,” kata DAF.

Korban pun sempat tidak memberikan kode PIN telepon. Tapi tersangka DAF semakin ganas menusukan korban sebanyak 7 kali ke tubuh korban.

“Adegan 14 tersangka LAS kembali menanyai pin hape dua kali karena yang pertama tidak diberikan. Permintaan kedua korban memberikan kode hp nya dan tidak lama korban meninggal,” ungkap penyidik.

Pada adegan 15, kedua tersangka menutup muka korban dengan baju karena berlumuran darah. Kaki korban juga diikat oleh tersangka DAF dan memindahkan ke dalam kamar mandi.

“Adegan 16 tersangka kemudian keluar untuk beli peralatan mutilasi ke Pasar Minggu Jakarta Selatan. Setelah itu korban ditinggal 2 hari. Pada 12 September tersangka DAF memutilasi kaki sebelah kiri dan kanan. Lutut kiri dan kanan. Itu masih menggunakan pisau daging,” sambung dia.

Adegan 17, tersangka LAS menguasai harta milik korban karena sudah mengetahui kode telepon. Sebab di hp ada beberapa catatan penting korban seperti Pin ATM dan lainnya. Uang korban sempat diambil LAS di Indomaret Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Adegan 18, mereka berdua pergi ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan untuk membeli Pisau pemotong daging. Adegan 19 dari Pasar Minggu keduanya ke Mal Graha Cijantung, Jakarta Timur untuk beli emas di toko menggunakan uang korban.

Pada adegan 20, pada Jumat 11 September mereka memesan kamar di Tower Ebony, Aparteman Kalibata City, Jakarta Selatan lantai 16 kamar 16 AB. Adegan ke 22 keduanya membawa koper dan tas berisikan bagian tubuh korban ke kamar Aparteman Kalibata City.

“Lanjut koper pink disimpan di bagian luar di balkon. Adegan 24 mereka membeli perlengkapan lagi untuk alat mutilasi termasuk gergaji besi, untuk hilangkan jejak beli pilox putih dan perlengkapan cat di mitra 10 Jakarta Pusat,” lanjut penyidik.

Pada adegan 25, tersangka membeli koper hitam di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Setelah itu, tersangka membeli sepeda motor N-Max seharga 20 juta menggunakan uang korban.

“Lanjut adegan 29 dia membawa satu koper lagi yang berisikan potongan tubuh korban. Adegan 32 dari garasi motor Jakarta Timur itu dia ke Pasar Jatinegara untuk beli bed cover, bantal dan guling untuk mengganti yang ada di mension itu, jadi beli untuk menukar yang disana,” ujarnya.

Ransel dan Koper yang berisikan potongan tubuh korban ditaburkan kopi. Adegan 36 keduanya ke toko bangunan Tapos Depok, membeli skop, pacul, ember semen, 1 sak semen, dan sendok semen untuk menguburkan korban.

“Adegan terakhir Ke 37 mereka sudah menyiapkan sebuah lubang dengan menggunakan cangkul dirumah di Permata Cimanggis yang sudah mereka sewa sebelumnya.” tutupnya.

Sebelumnya, Rinaldi Harley Wismanu dibunuh saat tengah asyik berhubungan badan dengan LAS di Aparteman Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat pada (9/9/2020).

Tubuh Rinaldi pun dipotong menjadi 11 bagian. Pelaku kini mendekam dibalik jeruji besi setelah dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.(wly)

About Matanews.id

Check Also

Audiensi Ketua SKK Migas, Kapolri Tekankan Pendampingan Untuk Sehatkan Iklim Investasi

Matanews.id Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Kepala Satuan Kerja Khusus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *